Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Kementerian Pertahanan Belarus, Minggu (20/2/2022) mengumumkan, Rusia dan Belarus akan memperpanjang latihan militer gabungan dua negara yang sebelumnya dijadwalkan berakhir hari ini.
Dikutip Reuters, Kemenhan Belarus menambahkan, keputusan ini diambil mengingat adanya peningkatan aktivitas militer di dekat perbatasan Rusia dan Belarus, serta adanya peningkatan ketegangan di Donbass.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO menuduh Rusia menempatkan 30.000 pasukan di Belarus, dan dapat menggunakannya untuk menyerang Ukraina, namun tuduhan ini sudah dibantah Moskow.
Seorang diplomat Rusia di PBB menanggapi kritik Barat terkait latihan militer gabungan ini, dan mengatakan tidak ada seorang pun yang berhak mendikte Moskow, di mana dan kapan harus menggelar latihan militer.
Ia menambahkan, "Informasi Amerika Serikat dan Inggris terkait serangan segera Rusia ke Ukraina tidak bisa dipercaya, sehubungan dengan ini kita harus bersandar pada kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelum Perang Irak." (HS)
342/